Minggu, 22 Januari 2012

Monyet Kalimantan Batal Punah !

Sekelompok peneliti yang bekerja di hutan rimba di Indonesia berhasil menemukan kembali monyet abu-abu raksasa (Presbytis thomasi) yang sangat langka dan dipercaya telah punah. Mereka terkejut saat menemukan hewan itu berada jauh dari kawasan yang sebelumnya diperkirakan jadi rumah mereka.

Untuk menemukannya, peneliti memasang kamera di hutan Wehea, sisi Timur pulau Kalimantan pada Juni tahun lalu. Awalnya mereka menargetkan untuk mendapatkan foto macan tutul abu-abu, orangutan, atau satwa lain yang hidup di kawasan itu.

Ternyata, saat gambar-gambar dikumpulkan, mereka malah menemukan sekelompok monyet yang tak pernah terlihat sebelumnya.

Berhubung tak pernah ada dokumentasi foto terhadap monyet-monyet tersebut, tantangan pertama para peneliti, kata Brent Loken, peneliti dari Simon Fraser University, Kanada, yang mengetuai penelitian, adalah untuk mengonfirmasi dugaan mereka terkait monyet tersebut.

Pasalnya, sejauh ini, gambar-gambar yang ada hanyalah coret-coretan di museum.

“Kami terkejut saat mengetahui bahwa monyet ini masih hidup dan ternyata ada di Wehea,” kata Loken, dikutip dari Guardian, 20 Januari 2012.

Sebelumnya, monyet tersebut tinggal di kawasan Timur Laut pulau Kalimantan, dan juga di Sumatera, Jawa, dan semenanjung Malaysia. Beberapa tahun lalu sempat muncul kekhawatiran bahwa monyet-monyet tersebut telah punah.
Masih Banyak
Seperti diketahui, hutan tempat di mana monyet-monyet itu tinggal telah hancur akibat kebakaran, penebangan liar oleh manusia, serta konversi hutan menjadi lahan pertanian dan pertambangan. Sebuah survey lapangan ekstensif yang dilakukan tahun 2005 lalu gagal menemukan jejak spesies itu.

“Bagi kami, penemuan monyet ini mewakili bahwa ada sangat banyak spesies hewan di Indonesia,” kata Loken. “Sangat banyak satwa yang tidak kita ketahui dan kawasan tempat tinggal mereka musnah secara cepat. Kemungkinan, banyak hewan-hewan ini yang segera masuk tahap kepunahan,” ucapnya. (ren)
• VIVAnews

Minggu, 08 Januari 2012

Bangga Memakai Mobil Lokal !

Satu lagi karya anak bangsa yang patut kita acungi jempol. Kiat Esemka Rajawali, mobil bertipe Super Utility Vehicle (SUV) berwarna hitam ini buatan SMK Negeri 2 Surakarta dan SMK Warga i Surakarta ini dipilih menjadi mobil dinas Walikota Surakarta Joko Widodo dan Wakil Walikota Surakarta FX Hadi Rudyanto.
Jokowi, panggilan akrab Walikota Surakarta mengaku bangga menggunakan mobil buatan lokal. Bahkan, dia lebih memilih Esemka Rajawali menjadi mobil dinasnya daripada Toyota Camry. Mobil buatan siswa dari dua SMK ini memiliki keunggulan mesin 1.500 cc dan dikerjakan selama 2,5 bulan bekerjasama dengan Kiat Motor Klaten untuk pembuatan bodi dan Autocar Industri Komponen (AIK) Cikampek untuk perakitan mesin. Dan Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) menjadi bengkel pembuatan kedua mobil dinas tersebut. Menariknya, 80 persen material diproduksi di Indonesia. Blok mesinnya dibuat di industry logam rumah tangga Batur, Kecamatan Ceper, Klaten.

Ternyata nggak cuma dua SMK itu saja yang bisa membuat mobil, tapi juga SMK lain di Indonesia. Karena hal tersebut menjadi program Dinas Pendidikan buat siswa-siswa di SMK di Indonesia. Proyek mobil Kiat Esemka juga sudah dilakukan oleh 15 SMK di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta, diantaranya SMK N 1 Trucuk, SMKN 2 Surakarta, SMK Warga Surakarta, SMKN 5 Surakarta, SMKN Tengaran Salatiga, SMK Pati, SMK Kediri, SMK Madiun, SMK Ponorogo, SMK Wonogiri, SMK Salatiga, SMKN 1 Jakarta dan lainnya.



Mobil Kiat Esemka juga bukan satu-satunya mobil buatan lokal. Sebelumnya ada Kancil dan GEA (Gunakan Energi Alternatif)buatan PT INKA, mobil off road Komodo, UPV (Urban Personal Vehicle) dan TAWON buatan PT Super Gasindo Jaya.


Jadi nggak ada alasan lagi kan buat mencintai dan memakai produk buatan lokal?

enak ga ya jadi pegawai bank syariah?

Pernahkah terbersit di benak rekan-rekan keinginan untuk menjadi karyawan bank? Lebih khususnya karyawan bank syariah? Kalau sy memang sudah bertekad untuk tidak bekerja di bank, boleh bekerja di bank asalkan bank syariah dan alhamdulillah cita-cita itu tercapai. 


Terus terang saya berlatar belakang pendidikan non perbankan dan bisa dikatakan ga ada hubungannya sama sekali dengan perbankan. Lha kok?


Tapi itulah takdir, sy awalnya melamar di beberapa perusahaan non perbankan, tapi tidak diterima. Dan alhamdulillah, sy akhirnya diterima sebagai karyawan di sebuah bank syariah sebagai management trainee. Jadi, saya belajar dunia perbankan baru setelah saya bergabung di bank syariah tersebut. Sama sekali ilmu yang berbeda dengan latar belakang pendidikan saya di bidang science, lebih tepatnya agrometeorologi (ilmu yang mempelajari hubungan antara iklim dengan pertanian).


Namun, seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai mengetahui dan mengerti sedikit demi sedikit dunia perbankan dan perbankan syariah. Ternyata yang cukup berperan dalam dunia perbankan adalah kemampuan rasionalitas (logika) kita. Ada kemiripan yang saya temukan antara dunia agrometeorologi (latar pendidikan saya) dengan dunia perbankan khususnya saya sebagai analis pembiayaan. Keduanya ternyata sama-sama menganalisa neraca. Bidang yang pertama neraca air dan yang kedua neraca uang ataupun cash flow …  Logika keduanya tidak jauh berbeda. Yaitu sama-sama menghitung kapan terjadi defisit air atau defisit uang…hehe. So, ada juga ilmu saya yang kepake.


Lalu, apa enaknya jadi karyawan bank syariah? Yang jelas pergi pagi, jam 7.45 harus nyampe kantor, pulang paling cepat jam 17, dan ga jarang pulang isya’ atau lebih dari itu. Tapi sabtu minggu libur…
Kalau profesinya seperti saya (account officer) yaitu bagian analisa pembiayaan, yang banyak terus terang ilmunya…di situ saya bisa belajar ilmu manajemen, hukum, psikologi, pemasaran, keuangan, dan yang pasti perbankan syariah itu sendiri. Banyak kan? jadi kunci supaya bisa menikmati pekerjaan di bank adalah visi kita. Kalau motivasi kita hanya sekedar untuk cari uang, maka menurut saya rugi, kurang sebanding antara kerja keras kita dan imbalan materinya. Motivasi saya bekerja di bank syariah selain berbuat ‘sesuatu’ untuk negeriku tercinta ini, adalah saya ingin belajar…belajar sambil berpenghasilan…hehe.


Yang lebih penting dari itu, adalah bahwa seorang karyawan bank syariah wajib memiliki integritas dan kompetensi. Kerja di bank, baik konvensional maupun syariah itu berisiko besar, sampai-sampai dikatakan sejak kita bekerja di bank, maka sejak saat itulah salah satu kaki kita sudah berada di penjara. Na’udzu billaahi min dzaalika. Integritas yang berarti adalah kejujuran dan kedisiplinan serta kompetensi adalah dua hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal itu karena yang diurus atau yang menjadi bisnis utamanya adalah titipan atau amanah dari umat. Ketika suatu bank sudah tidak dipercaya lagi, maka bank tersebut tinggal menunggu tanggal tutup saja karena bisnis bank adalah bisnis kepercayaan. Kita menyerahkan uang kita ke bank dan bank ‘menukar’ dengan selembar kertas/buku. Kok kita mau? Karena kita percaya kepada bank.


Kerja di bank adalah kerja penuh dengan risiko. Karena itu ada ujian sertifikasi manajemen risiko untuk seorang banker. Bekerja di bank pada intinya adalah berkenaan dengan seni memitigasi risiko. Jadi kita diharuskan memiliki imajinasi yang kuat dan kemampuan berpikir menyeluruh terhadap satu persoalan. Terkait dengan risiko itulah di bank harus dicamkan betul dalam benak masing-masing karyawannya mengenai aspek prudensialitas (kehati-hatian).


Lebih khusus ketika bekerja di bank syariah adalah aspek kehalalan dan ketenangannya. Meskipun saya tidak dapat menjamin bahwa keseluruhan transaksinya sudah 100 % sesuai syariah (mungkin tidak ada seorangpun yang dapat menjaminnya), namun yang jelas, bahwa transaksi2 yang ada di bank syariah selalu didasarkan atas fatwa yang dibuat oleh dewan syariah nasional kita. dan kita bisa meniatkan bekerja di bank syariah sebagai salah satu upaya kita untuk menegakkan kalimat yang haq di muka bumi ini.


Itulah sedikit gambaran bekerja di perbankan syariah, cukup menantang bukan?


5 Keunggulan Bank syariah yang belum diketahui banyak orang

Ada saat-saat dalam hidup di mana Anda diharuskan memilih. Tentunya Anda akan memilih pilihan yang paling banyak memberikan keuntungan dengan risiko sekecil mungkin, bukan?

Tapi, keuntungan saja tidak cukup..! Ada hal-hal yang lebih penting dibanding sekedar keuntungan semata.

Bank Syariah selain memberikan keuntungan… Juga memiliki beberapa keunggulan lain yang penting Anda ketahui.

Saat Anda selesai membaca keseluruhan tulisan ini, Anda akan tahu mengapa Bank Syariah bukanlah sekedar trend sesaat atau alat untuk mengejar keuntungan semata.

Ada 5 keunggulan Bank Syariah yang belum diketahui oleh banyak orang:

5. Fasilitas Selengkap Bank Konvensional

Banyak orang yang berpikiran bahwa karena perbankan syariah masih baru, jenis transaksi yang dapat dilakukan hanya sedikit.

Anggapan tersebut dulu mungkin bisa dimengerti, tapi sekarang sama sekali tidak benar.

Bank Syariah saat ini sangat modern. Semua jenis transaksi mulai dari tabungan, deposito, kredit usaha, kredit rumah, kliring, dan sebagainya dapat dilakukan dengan nyaman.

Mayoritas Bank Syariah terhubung dengan jaringan online ATM Bersama sehingga Anda dapat tarik tunai dan transfer realtime dari/ke bank lain dengan mudah. Beberapa Bank ada yang menggratiskan biaya untuk ini.

Beberapa Bank Syariah yang memberikan layanan Internet Banking, SMS Banking, bahkan kartu kredit syariah sehingga lebih praktis.

4. Manajemen Finansial yang Lebih Aman

Tragedi finansial kredit subprime tahun 2007 nyaris tidak menggoyahkan investasi yang berbasis syariah.

Di saat banyak bank investasi dan bank-bank besar bangkrut maupun membutuhkan kucuran dana, banyak Bank Syariah baru yang justru bermunculan atau buka cabang.

Krisis ekonomi justru telah memuktikan bahwa manajemen finansial berbasis syariah jauh lebih aman dibandingkan ekonomi liberal yang dianut bank konvensional.

3. Anda Berkontribusi Langsung Memperkuat Bank Syariah Anda

Bank konvensional menentukan sendiri suku bunga pinjaman maupun simpanan berdasarkan ketetapan Bank Indonesia. Ada kemungkinan meski kondisi bank kurang baik, tetap dapat “memberikan” bunga simpanan tinggi dan bunga kredit rendah. Hal ini dapat membahayakan bank tersebut.

Bank Syariah memberikan nisbah (“bunga” simpanan) berdasarkan perkembangan finansial perusahaan.
Secara tidak langsung Anda menjadi “pemegang saham” di Bank Syariah Anda.

Setiap simpanan Anda akan memperkuat investasi bank. Setiap pinjaman Anda akan memperkuat keuntungan bank. Semakin usaha Anda berkembang, bank juga semakin berkembang karena kredit yang diberikan menggunakan skema bagi-hasil.

Semakin maju bank, semakin banyak pula keuntungan bank yang dapat dibagikan sebagai nisbah kepada para nasabah.

2. Membantu Orang yang Butuh Dizakati

Bank Syariah mengeluarkan 2,5% dari keuntungan tahunannya untuk dizakatkan. (Anda sendiri tentunya masih harus berzakat bila Anda muslim.) Namun bank konvensional tidak mempunyai kewajiban berzakat.

Dengan menggunakan layanan Bank Syariah, secara tidak langsung Anda turut berzakat dan membantu mereka yang membutuhkan.

1. 100% Halal

Kredit yang diberikan oleh bank syariah mempunyai persyaratan yang mewajibkan dana digunakan untuk aktivitas yang halal. Bisnis yang dibiayai bank syariah, juga tidak boleh berisiko mengandung kegiatan yang diharamkan oleh agama Islam.

Hal ini sama sekali tidak membatasi nasabah bank syariah harus muslim, justru agama apa pun boleh, asal halal pemakaiannya. Meskipun nasabah tersebut muslim, tapi jika pemakaian dana atau usaha yang dijalankannya tidak halal, maka dia tidak diperkenankan untuk mengambil kredit di Bank Syariah.

Apakah kita bisa menjamin bahwa seluruh aktivitas nasabah bank syariah pasti halal? Wallahu’alam. Insya Allah dengan niat baik dan usaha kita mendekati kebenaran, maka tujuan tersebut dapat tercapai.

Bagaimana tanggapan Anda, apakah keunggulan Bank Syariah berarti bagi Anda? Silakan berbagi di comments!

"Pertumbuhan Perbankan Syariah Agresif"

Potensi perbankan Syariah di Indonesia cukup besar, namun asetnya masih terbilang kecil. Total aset perbankan syariah pada November 2011 mencapai Rp135,9 triliun atau naik Rp35,64 triliun (35,55 persen) dibanding tahun 2010 sebesar Rp100,26 triliun. Angka itu mencerminkan sekitar 4 persen dari total aset industri perbankan.
Apa tantangan perkembangan bank syariah ke depan? VIVAnews.com mewawancarai Direktur Utama Bank Muamalat, Arviyan Arifin, di ruangan kerjanya beberapa waktu lalu. Berikut petikannya.
Potensi bank syariah besar, mengapa pertumbuhan di Indonesia jauh lebih lambat dibanding Malaysia?
Ya memang kalau perbankan syariah secara nasional itu di bawah 5 persen dibanding seluruh industri perbankan. Bandingkan dengan negara lain yang sekitar 16 persen, kita paling kecil. Kenapa lambat? Ini kan industri baru, kalau dibandingkan bank konvensional susah ya. Karena ini baru, kami perlu sosialisasi.
Bank Muamalat sebagai yang pertama merasakan prosesnya, sosialisasinya, dan pemerintah membantu sosialisasinya. Setelah ada UU Syariah, UU tentang Sukuk, kemudian BI mulai membentuk Dewan Syariah. Pertumbuhan syariah itu mulai cepat karena infrastruktur bagus.
Jumlah bank umum syariah ada 6 atau 7 dengan Muamalat sendiri, kemudian bank konvensional, yang memiliki divisi syariah, sudah puluhan lebih. Hampir semua bank konvensional membuka bank syariah karena mereka melihat ada market di situ.

Bagaimana pertumbuhannya dibanding bank konvensional?
Kalau dari pertumbuhan, bank konvensional tumbuh 18 persen, sedangkan syariah tumbuh 30 hingga 36 persen. Dan memang pertumbuhannya agresif dibandingkan yang konvensional. Ini mencerminkan kalau pasarnya masih besar.

Pasar bank syariah belum besar karena selama ini promosinya melalui pendekatan agama?
Dulu Bank Muamalat mungkin lebih banyak mengedukasi melalui itu (agama), bank halal, bagini, begitu. Jualan itu sudah nggak bisa lagi sekarang.
Setelah dilakukan penelitian, masyarakat dalam memilih produk bank yang emosional itu tidak banyak. Yang ber-banking emosional, kecil. Jika rasional dia pindah ke bank lain. Akhirnya sekarang ini kami tidak bisa melakukan sosialisasi secara berbeda. Kampanyenya harus sama dengan bank konvensional, layanannya sama. Yang membedakan ini sesuai nilai syariah. Samanya dulu yang dijual.

Bagaimana persaingan bank syariah?
Saya merasa tidak ada persaingan, tidak ketat, karena pasar masih 5 persen. Kalau saya bilang ke para pegawai, bank syariah yang lain itu bukan pesaing, tapi partner kita.
Sama kayak kita ke Tanah Abang, jual baju semua, tapi dia hidup kan. Tapi misalnya baju ini kita jual ke Glodok misalnya, pasti tidak laku. Kita tak bersaing dengan bank syariah karena pasar besar. Kalau layanannya sama dengan bank konvensional itu akan lebih mendapatkan pasar.

Kini dikenal adanya gadai syariah, bagaimana dengan Bank Muamalat?
Nggak, kami nggak masuk ke sana. Itu memerlukan operasionalisasi prosedur luar bisa. Lebih spesifik transaksi gadai itu. Saya tak terlalu yakin gadai emas itu. Kadang bisa jadi trader aja, pakai dari surat dari Antam aja bisa. Itu menyalahi prinsip syariah. UU syariah perbankan boleh menjual produk bukan perbankan, misalnya gadai, leasing.

Apa rencana Bank Muamalat tahun ini?
Untuk menghadapi persaingan, kami akan perkuat dari sisi internal, beberapa infrastruktur, antara lain IT, kami perbaiki. Kami akan buka cabang sehingga menjadi 570 cabang. Saat ini ada 420 cabang.
Tahun ini kami akan merekrut karyawan 1.700 orang. Kami juga akan memperbaiki ATM yang saat ini ada 500, dan akan terus kami tambah lagi. Dari sisi produk, kami akan meluncurkan Tabungan Haji Arafah dan kartu visa yang bisa dipakai di seluruh dunia.

Dalam rangka ulang tahun ke 20, kami juga akan melakukan rebranding, untuk me-refresh ke masyarakat bahwa kami sudah melakukan perbaikan IT, SDM dan lain-lain. Tujuan rebranding lebih inklusif. Meski kami tak pernah ekslusif, tapi kami ingin menunjukkan bahwa Bank Muamalat untuk semua.

Berapa target pertumbuhan tahun ini?
Pertumbuhan 50 persen, aset, kredit. Kalau rata-rata bank konvensional 15-20 persen, tapi mereka basisnya kan sudah besar.

Saat ini berapa aset Bank Muamalat?
Sekarang Rp30 triliun per Desember, naik Rp10 triliun dibanding tahun 2010 sebesar Rp21 triliun.

Apa aksi korporasi Bank Muamalat?
Ada aksi korporasi yang akan dilakukan untuk memperkuat modal. Jika mengandalkan dari laba memang terbatas, dan salah satu caranya ya harus ada setoran dari pemegang saham untuk penambahan modal. Yang kedua, melalui penjualan sukuk subdebt. Nilainya bisa Rp1 triliun yang akan menambah CAR 4-5 persen. Saat ini CAR sekitar 12 persen.

Tahun ini memang rencananya mau listing. Kami sudah perusahaan publik, tapi belum listing saja. Tujuannya, agar nilai perusahaan lebih terukur. Itu juga memudahkan pemegang saham jika akan menjual saham. Pemilik saham Bank Muamalat 800 ribu orang. Tidak tahu, mungkin kami juga bisa menambah modal melalui rights issue.

Ada rencana investor baru untuk akusisi?
Dulu memang ada wacana pemegang saham melepas kepemilikan sahamnya ke investor baru. Pemegang saham itu Islamic Development (IDB), Boubyan Bank Kuwait, dan Saudi Arabian Atwil Holding Limited, dari Timur Tengah, yang ingin melepas Mualamat karena pertimbangan kebutuhan mereka.
Sedangkan Boubyan Bank ini mau konsentrasi bisnis di Kuwait jadi semua kepemilikan saham di luar Kuwait mau di jual semua termasuk di Muamalat. Sedangkan untuk IDB, ketentuan maksimal di Mualamat itu 20 persen dan sekarang sudah 32 persen. Kan mau tidak mau harus divestasi. Proses divestasi itu sudah berjalan bulan Febuari 2011, tapi dalam perjalanannya mereka membatalkan. Alasannya, tidak ada kesepakatan harga dengan calon pembeli.

Ada berapa banyak pembeli?
Ada beberapa tapi asing semua.

Kabarnya pengusaha Chairul Tanjung juga ingin membeli?
Chairul Tanjung enggak, karena jika lokal tidak mungkin karena nilai yang dijual US$300 juta dolar. Jika ada institusi bank yang mau ikut, tersandung ketentuan BMPK, yang mungkin Bank Mandiri pun tidak bisa masuk kecuali konsorsium. Kalau Chairul Tanjung tidak mungkin karena modal Bank Mega tidak sebesar itu.
Angka Rp5 triliun itu mencerminkan berapa persen saham Bank Muamalat?
67 persen. Tapi kalau mau 100 persen ya totalnya Rp6-7 triliun. Itu size yang besar, tidak mungkin dari lokal.

Anda insinyur teknik industri, bagaimana bisa menjadi bankir?
Saya di ITB 4,5 tahun. Saya masuk ke Astra, jadi kuli, memakai baju seragam hahaha. Gila ya kerja begini, pikir saya.
Lalu ada iklan di bank, saya melamar. Saya lalu test, baru ketahuan kerja di bank apa. Saya lalu masuk Bank Duta di Kebun Sirih tahun 1989.
Kemudian pada 1991 bank syariah mau mulai dikembangkan, saya diajak oleh teman. Saya masuk tahun 1991 akhir. Saya juga bingung bank ini bisa apa nggak? Tapi, sedikit banyak saya mengerti bisnisnya.
Saya ikut, ditraining ke Malaysia, belajar. Saya lihat di Malaysia mereka telah berkembang 10 tahun lebih dulu, pada 1982, dan bisa jalan. Kalau di sana bisa, di Indonesia pasti bisa. Pada 1992 diresmikan oleh Pak Harto, modal dikumpulkan dari pengusaha dan masyarakat. Dari situ saya masih di Muamalat sampai sekarang hampir 20 tahun.

Ilmu teknik industri Anda terpakai?
Tidak hahaha. Begini, mungkin sarjana teknik lebih rasional. Saya kan banyak menganalisis orang. Kalau orang eksakta pengambilan keputusan, melihat sesuatu, lebih cepet. Tapi pada ujungnya tergantung orangnya.
*Wawancara ini merupakan kerjasama dengan Ikatan Alumni Teknik Industri ITB

Sabtu, 07 Januari 2012

Mimpi Kini Dapat Direkam dan Dikendalikan

VIVAnews – Merekam mimpi dan melihat ulang mimpi itu di kemudian hari, bukan hal mustahil di masa mendatang. Dengan teknologi, hal itu kini dapat diwujudkan. Para ilmuwan memprediksi, kita dapat menggunakan komputer untuk merekam dan melihat mimpi.
  

Dikutip dari laman Dailymail, psikiatris dari Institut Max Planck, Munich, Jerman, menyatakan bahwa scanner otak dapat melihat mimpi seseorang. Dengan teknologi scanner otak ini, seseorang bahkan disebutkan dapat mengendalikan mimpi mereka.

Teknologi secanner otak ini merupakan sebuah terobosan terbaru dalam membaca pikiran subyek yang bangun, dengan menggunakan monitor otak. Teknologi serupa juga dapat diterapkan untuk subyek yang sedang bermimpi dalam tidur.

Ilmuwan di Institut Planck membuktikan, scan dari mimpi ‘pemimpi jernih’ sama seperti scan otak mereka saat melakukan hal-hal di saat mereka sadar. Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam cakupan biologi, dengan mendemonstrasikan teknologi rekonstruksi  terbaru untuk menciptakan gambar gerak dari mimpi seseorang.

Dalam penelitian tersebut, pemimpi sepakat untuk menggerakkan mata dan tangan mereka dari samping kiri dan kanan sebagai tanda bagi peneliti, saat mimpi mereka dikendalikan. Ilmuwan kemudian memonitor pemimpi dengan dua gambar resonansi magnetik dan spektroskop infra merah untuk melihat pola panas dalam kepala pemimpi, yang memberikan sebuah gambaran aktivitas otak.

Rekonstruksi tersebut menunjukkan, meskipun pemimpi tidak bisa mengepalkan tangan mereka di dunia nyata saat mereka sedang bermimpi mengepalkan tangan, namun scan dalam otak mereka menunjukkan aktivitas otak yang identik seperti saat mereka mengepalkan tangan secara nyata di dunia fisik.
Membaca Mimpi
Demonstrasi teknologi rekonstruksi terbaru ini membuka jalan untuk membangun gambaran mimpi orang. Sampai saat ini, ilmuwan Institut Planck telah merekonstruksi dua mimpi. Namun terdapat kendala dalam rekonstruksi tersebut, yakni jumlah scan yang terbatas dan sulitnya mengendalikan mimpi.

“Para peserta harus jatuh tertidur di scanner, mencapai tahap tidur-tidur ayam, dan akhirnya memasuki mimpi dalam keadaan stabil,” kata salah satu peneliti, Michael Czisch. Meski ada kendala, ia optimis dengan teknologi ini.

“Ini adalah konsep penelitian yang memberikan bukti pertama, bahwa dimungkinkan menggunakan pencitraan otak untuk membaca isi mimpi seseorang,” sebutnya.

Awal tahun ini, akademisi dari Universitas California berhasil menguraikan aktivitas otak dengan mengukur aliran darah melalui korteks visual otak, dan menggunakan informasi ini untuk membangun gambar dari apa yang mereka ‘pikirkan.’

“Ini adalah lompatan besar menuju menuju rekonstruksi citra internal,” sebut Profesor Jack Gallant, ahli syaraf Universitas California.
• VIVAnews

Beginilah Tampilan Model BlackBerry di Masa Depan (BB Empathy)

Desain BlackBerry yang kita tahu selama ini cukup khas. Layar lebar, dilengkapi navigasi trackpad atau trackball, dan rata-rata hadir dengan keypad Qwerty. Tapi, konsep satu ini mungkin akan membuat Anda tercengang dan sama sekali tidak disangka sebelumnya. Konsep BlackBerry Empathy yang diusung Kiki Tang dan Daniel Yoon dari Art Center College of Design jauh berbeda dari konsep desain BlackBerry yang beredar saat ini.
Blackberry Empathy konsep masa depan smart phone dari RIM
Blackberry Empathy konsep masa depan smart phone dari RIM
Sepintas BlackBerry Empathy hadir dengan fisik ponsel menyerupai kristal dan tampilan antarmuka unik berupa cincin biometrik yang berfungsi mengumpulkan data emosional. Ia bekerja ketika Anda berhubungan dengan teman Anda melalui instant messaging (IM) dan layanan jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, dan semacamnya.
“Seperti yang dilihat, konsep ini menawarkan teknologi layar sentuh. Uniknya, koneksi antarpengguna ditampilkan secara grafis, sehingga penggunanya dimudahkan untuk melihat siapa berhubungan dengan siapa,” kata Kiki, salah satu desainer Empathy, seperti dikutip VIVAnews dari CrackBerry.com, Selasa 30 November 2010.
Tiap kontak akan mempunyai avatar yang masing-masing dilingkari cincin dua warna yang menunjukkan data emosional. Tentu saja, warna cincin tersebut dipengaruhi oleh emosi kontak yang bersangkutan. Misalnya, cincin berwarna yang terletak di bagian dalam menunjukkan emosional seseorang sebelumnya. Sementara cincin bagian luar menunjukkan emosional seseorang yang sedang berlangsung.
“Sangat menarik untuk mengetahui perubahan emosi seseorang, terlebih lagi ketika ingin mengetahui emosinya berubah setelah melihat sebuah peristiwa,” jelas Kiki. Fitur penting lainnya adalah Emotional Health Chart. Grafik ini dapat memonitor diagram kesehatan seseorang secara emosional dalam waktu yang tak terbatas. Seseorang dapat melihat bagaimana suatu peristiwa, seperti panggilan telepon, atau menerima sebuah pesan singkat dapat mempengaruhi emosional pengguna. Senang, sedih, marah, dan sebagainya. Jika grafik menunjukkan seseorang tersebut selalu sedih, maka bisa jadi ia sedang mengalami masalah. Jika diizinkan, pengguna dapat melihat grafik pengguna lain juga.
Konsep yang sungguh menarik. Meski belum diketahui teknologi apa yang akan mendukungnya. Kami yakin Anda pun penasaran untuk melihat suasana hati Anda pada cincin tersebut, atau mengetahui suasana hati pasangan Anda saat suatu peristiwa terjadi. Mari kita tunggu apakah konsep ini benar-benar diwujudkan oleh Research In Motion (RIM) atau tidak. (Sumber)